Rabu, 19 Desember 2012

Bahasa Indonesia untuk SD


KAJIAN KURIKULUM BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD
Dosen Pengampu : Suprapti, S. Pd.





Disusun oleh : Kelas 5A PGSD
1. Dwi Anggraeni 10120002
2. Anisatul Fakhiroh 10120013
3. Ratih Widya Utami 10120024
4. Hoky Wulandari 10120036
5. Novrin Rizqi Muslia 10120051

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI SEMARANG
 2012

KAJIAN KURIKULUM BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
A. Komponen- komponen dalam Kurikulum Bahasa dan Sastra Indonesia di SD
1. Tujuan Kurikulum Bahasa dan Sastra Indonesia di SD
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
a. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis.
b. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
c. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
d. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
e. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
f. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
2. Isi Kurikulum
Isi kurikulum bahasa Indonesia di dalam KTSP meliputi aspek- aspek kebahasaan sebagai berikut:
a. Menyimak
Keterampilan menyimak melatih berfikir atau bernalar siswa sehingga siswa dapat menerima, memahami, mengidentifikasi, dan mereaksi informasi yang diterimanya.
b. Berbicara
Pada masa kanak-kanak kemampuan berbicara berkembang sangat cepat, penambahan kosa kata semakin hari semakin bertambah pula. Untuk itu pada masa kanak-kanak inilah kemampuan berbicara mulai diajarkan. Dalam pembelajaran di sekolah kegiatan ini dapat diawali dengan berbicara di depan kelas, misalnya memperkenalkan diri, bertanya jawab dengan teman, bercerita tentang pengalaman, menceritakan gambar, dsb.
c. Membaca
Pembelajaran membaca di SD dibagi dalam dua bagian, yaitu:
1) Membaca permulaan di kelas 1 dan 2
Membaca permulaan bertujuan untuk pengenalan huruf, suku kata, kata,kalimat, dan mampu membaca dalam berbagai konteks.
2) Membaca lanjutan di kelas 3 ke atas
Membaca di SD dapat dibedakan sebagai berikut :
a) Membaca teknik
Kegiatan membaca teknik bertujuan untuk melatih menyuarakan lambang-lambang tulisan dengan lafal yang benar ddan intonasi yang wajar.
b) Membaca dalam hati
Membaca dalam hati mulai diajarkan dikelas 2. Membaca ini perlu segera dilatih setelah siswa mengetahui semua huruf. Bahan bacaan yang diberikan sesuai dengan kemapuan siswa.
c) Membaca pemahaman
Membaca ini mulai diajarkan di kelas 3, yaitu membaca tanpa suara untuk memahami isi bacaan.
d) Membaca indah
Pada dasarnya membaca indah sama dengan membaca teknik tetapi bahan bacaannya berupa puisi atau fiksi. Sehingga membaca indah bersifat apresiatif.
e) Membaca cepat
Membaca cepat mulai diajarkan di kelas 4.   membaca cepat dengan memberikan teknik  gerakan mata ketika membaca. Dan guru menentukan waktu untuk selesainya membaca sesuai dengan tingkat kesukaran bahan bacaan.
f) Membaca pustaka
Membaca pustaka diajarkan untuk mengembangkan sikap minat baca pada anak. Untuk itu sekolah perlu menyediakan sarana yaitu ruang perpustakaan dan buku-buku yang memadai, baik dalam jumlah maupun penataannya.
g) Membaca bahasa
Membaca bahasa bertujuan untuk penekannya pada aspek memahami kebahasaan. Antara lain makna penggunaan kata, pemakaian imbuhan, ungkapan, serta kalimat.
d. Menulis
Menulis di SD terdiri dari dua bagian yaitu menulis permulaan dan menulis lanjut (pendalaman).

3. Metode Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD
Di dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SD guru menggunakan banyak metode di antaranya yaitu:
- Ceramah
- Tanya jawab
- Diskusi
- Permainan
- Penugasan
- Diskusi
4. Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD
      Evaluasi dilakukan untuk mengukur sejauh mana pencapaian pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas dapat tercapai. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu tes dan non tes . Contoh evaluasi dengan teknik tes yaitu pada aspek mendengarkan , siswa menyimak berita yang dibacakan guru kemudian guru memberikan beberapa soal dan siswa menjawab. Sedangkan pada teknik penilaian non tes biasanya guru menggunakan unjuk kerja, misalnya saja untuk menilai pada aspek membaca yaitu membaca puisi guru menggunakan skala rentang dengan memperhatikan kriteria- kriteria khusus berupa kejelasan membaca, suara, intonasi, dan ekspresi wajah. Dengan evaluasi maka dapat diketahui kekurangan atau masalah yang dihadapi siswa saat pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia serta pencapaian hasil belajar siswa.
B. Pengembangan Hasil Kajian Kurikulum Bahasa dan Sastra Indonesia di SD
      Sejalan dengan perkembangan zaman dan dalam rangka mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan dan menigkatkan mutu pendidikan nasional maka Departemen Pendidikan Nasional merespon dengan menyempurnakan kurikulum secara berkelanjutan, yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diberlakukan sejak tahun 2006. Kurikulum ini merupakan refleksi pemikiran terhadap kurikulum pendidikan dasar dan menengah sebagai salah satu wujud reformasi pendidikan. Selain materi pembelajaran telah disederhanakan, dalam kurikulum KTSP standar isi hanya disediakan standar minimal sementara pengembangan diserahkan pada sekolah yang bersangkutan disesuaikan dengan karakteristik sekolah tersebut. Untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan hasil yang baik, penilaian dilakukan bedasarkan pencapaian setiap indikator, mulai dari saat kegiatan belajar berlangsung sampai dengan akhir pembelajarn dan penilaian lebih ditekankan pada penilaian yang bersifat individual. Berdasarkan hal tersebut maka pengembangan kurikulum bahasa dan sastra Indonesia SD khususnya lebih ditekankan pada bagaimana mengembangkan silabus pembelajaran, yang meliputi:
1) Identitas
2) Standar kompetensi,
3) Kompetensi dasar,
4) Indikator
5) materi pokok
6) alokasi waktu
7) penilaian
8) sumber belajar.

       Untuk mengembangkan kurikulum bahasa dan sastra Indonesia di SD ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Hasil Belajar
Hasil belajar ini memuat gambaran materi yang disajikan pada tiap-tiap aspek dalam bahasa Indonesia yang mendukung tercapainya kompetensi yang telah ditetapkan. Secara garis besar sebagai berikut:
a. mendengarkan; cerita, berita, bunyi atau suara, perintah, pengumuman, ceramah.
b. berbicara;dialog, pesan, keluarga, drama pendek, gambar seri.
c. membaca; huruf, suku kata, kalimat, paragraf, denah, berbagai teks, dan seterusnya.
d. menulis; huruf, suku kata, kalimat, paragraf, karangan dan seterusnya.
e. sastra; dongeng, puisi, pantun, cerita pendek, drama sederhana, dan seterusnya.
f. kebahasaan; intonasi, lafal, ejaan, tanda baca, kata, kalimat, imbuhan , partikel, dan seterusnya.
2. Pendekatan dan Pengorganisasian Materi
Untuk menentukan pendekatan apa yang dipakai, serta pengorganisasian materi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia SD maka banyak hal yang harus dicermati, antara lain :
a. fungsi utama bahasa sebagai adalah sebagai alat komunikasi;
b. kecenderungan siswa SD;
c. perkembangan bahasa siswa SD;
d. posisi bahasa Indonesia sebagai pelajaran yang strategis.
      Dengan demikian pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah memadukan berbagai pendekatan, misalnya
a. pendekatan komunikatif; bahwa pembelajaran bahasa Indonesia harus sesuai dengan konteksnya, maksudnya mengajarkan bahasa dimulai dari bagaimana bahasa itu digunakan dalam konteksnya sehari-hari, yang menekankan kepada kebermaknaan dan fungsi bahasa.
b. pendekatan terpadu;secara umum dapat diartikan dengan menghubung-hubungkan beberapa mata pelajaran atau antara aspek dalam satu mata pelajaran, dengan tujuan agar pembelajaran itu relevan dan bermakna bagi siswa, yang dikenal dengan istilah tematik.
c. pendekatan keterampilan proses dan CBSA; pendekatan ini melakukan pembelajaran yang berpusat pada siswa, belajar dengan melakukan, dan lain-lain. (Santosa, 2007:3.9)
d. pengorganisasian materi harus mencermati prinsip pembelajaran bahwa pembelajaran dimulai dari yang mudah keyang sukar, dari yang sederhana ke yang kompleks. Selanjutnyakompetensi dasar mata pelajaran terdiri atas (1) kompetensi dasar, (2) hasil belajar, dan (3) indikator pencapaian hasil belajar.
3. Rambu-Rambu
      Rambu-rambu merupakan penjelasan dan pedoman bagi pelaksanaan kurikulum, untuk mengembangkan, menyusun perencanaan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan mengevaluasi pembelajaran. Dalam kurikulum bahasa Indonesia SD terdapat tujuh butir rambu-rambu, yang intinya dapat dikemukakan sebagai berikut
a) hakikat belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Karena itu, pembelajaran harus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan bernalar serta memperluas wawasan dan mempertajam kepekaan perasaan.
b) Kemampuan dasar hasil belajar untuk pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar yang tercantum dalam KTSP merupakan pencapaian hasil belajar minimal yang harus dikuasai oleh siswa sedangkan pengembangan dan indikator diserahkan pada guru matapelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik sekolah dan keadaan siswa sebagai warga belajar. Pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
c) Kompetensi dasar bahasa indonesia SD mencakup aspek mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, sastra, dan kebahasaan. Aspek-aspek ini harus dikembangkan secara seimbang.

4. Pembelajaran pada Setiap Kelas
      Pada kelas rendah yaitu kelas 1,2, dan 3 pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan pembelajaran tematik yaitu pembelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa, di mana materi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia digabungkan dengan materi pelajaran lain namun masih dalam satu tema, misalnya tema Lingkungan dengan memasukkan materi bahasa Indonesia dan IPA. Pembelajaran tematik disarankan dilaksanakan di kelas rendah hal ini mencermati kecenderungan siswa yang memandang sesuatu sebagai satu kesatuan (holistik). Dengan strategi ini, diharapkan pembelajaran lebih bermakna. Sedangkan pada kelas 4, 5, 6 pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia sudah terpisah, karena siswa pada usia ini sudah tidak berpikir holistik lagi.
Ciri-ciri pembelajaran tematik:
a) Menyajikan konsep dari beberapa pelajaran dalam satu konsep pembelajaran, dengan maksud agar pembelajaran tersebut lebih bermakna, jadi tidak dipaksakan
b) Bersifat  fleksibel
c) Pembelajaran  dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
d) Memberikan  pengalaman langsung kepada siswa;
e) Berpusat  pada siswa.
Contoh pemetaan tematik










Daftar Pustaka

Iwan. 2011. Kajian Kurikulum Bahasa Indonesia dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/10/30/. (8 Oktober 2012).
Pringgawidagda, Suwarna. 2002. Strategi Penguasaan Bahasa. Yogyakarta: Adiata Karya Nusa.
Santosa, Puji, dkk. 2010. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Uni. 2011. Telaah Kurikulum. http://fashiontegal.blogspot.com/2011/06/telaah-kurikulum-i.html. (8 Okotober 2012).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar